Seiring Janji PTBA Turunkan Tim CSR Benahi Kerusakan Sungai Pait, Warga Terdampak Limbah Batu Bara Akan Bersurat ke DPRD Lahat untuk Ikut Kawal Tuntutan Sampai Selesai
LAHAT, PS - Setelah sekian lama diselimuti ketidakpastian, tuntutan warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, akhirnya mulai menemui titik terang.
Warga yang terdampak limbah batu bara dari aktivitas penambangan yang diduga berasal dari PT Pama Persada Nusantara (PAMA) kini mulai mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka.
Meskipun Humas PT Pama masih terus bungkam saat dikonfirmasi media terkait persoalan ini, namun Humas PT Bukit Asam (PT BA), Reco, bersedia memberikan jawabannya.
Informasi yang diperoleh dari Humas PTBA bahwa pihak PTBA akan segera menurunkan tim Corporate Social Responsibility (CSR) serta tim perencanaan sipil pada minggu ini.
Tim tersebut diterjunkan untuk melakukan pengecekan detail terhadap kondisi tanah di lapangan. Langkah ini diambil sebagai proses awal pembuatan desain tembok penahan limbah.
"Diperlukan rekayasa teknis yang sesuai agar desain struktur yang dibangun nantinya benar-benar kokoh dan aman. Mengingat perlu adanya kolaborasi lintas bagian, prosesnya memang memerlukan waktu," ujar Reco menjelaskan alasan di balik keterlambatan penanganan selama ini beberapa waktu lalu kepada awak media.
Sementara mengenai kompensasi dampak lingkungan yang dituntut warga, Reco menegaskan bahwa dirinya akan segera melakukan koordinasi lebih lanjut. "Nanti akan saya follow up kembali ke bagian CSR BA dan PAMA," tambahnya.
Di sisi lain, warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Pait menyikapi kabar ini dengan harapan besar. Namun, mereka juga menegaskan agar janji yang dilontarkan oleh pihak PT BA bukan sekadar bualan untuk meredam amarah warga.
Meskipun sudah ada angin segar dari pihak perusahaan, warga menyatakan akan tetap memasukkan laporan terkait persoalan ini ke DPRD Lahat. Langkah ini diambil guna mengawal seluruh tuntutan warga hingga tuntas.
Saat ini, kondisi di lapangan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut penuturan warga, abrasi akibat aliran limbah membuat dinding Sungai Pait kian terkikis.
Akibatnya, banyak pepohonan di sepanjang bantaran sungai yang posisinya sudah miring dan terancam ambruk dalam waktu dekat.
Warga mendesak agar kompensasi dampak limbah segera direalisasikan. Pasalnya, Sungai Pait kini sudah total tidak dapat dimanfaatkan lagi oleh masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
"Terlebih, hingga saat ini belum ada jaminan tertulis atau hitam di atas putih dari pihak perusahaan yang menyatakan bahwa mereka tidak akan membuang limbah lagi ke aliran Sungai Pait," tegas Mul yang merupakan perwakilan warga terdampak limbah ini, Senin (08/06/26).
Kini, warga menunggu bukti nyata di lapangan minggu ini, berharap komitmen PT BA dan PAMA benar-benar menjadi solusi akhir bagi kelestarian lingkungan Desa Gunung Kembang.(Bel)


Tidak ada komentar