Header Ads

  • Breaking News

    Baru Dipasang, Plafon Rehabilitasi SD Negeri 32 Lahat Nyaris Roboh


    LAHAT,PS - Pekerjaan rehabilitasi ruang kelas SD Negeri 32 Lahat yang dikerjakan oleh CV Citra Persada menuai sorotan. Pasalnya, plafon yang tergolong baru dikerjakan disebut sudah mengalami kondisi yang mengkhawatirkan dan nyaris roboh.

    Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan sekaligus pengawasan proyek. Rangka hollow plafon yang terpasang diduga tidak sesuai dengan susunan sebagaimana tercantum dalam gambar pekerjaan. Ketidaksesuaian itu diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan plafon tidak kokoh sebagaimana mestinya.

    Persoalan ini tentu bukan sekadar menyangkut hasil pekerjaan atau estetika bangunan. Jika benar konstruksi plafon tidak sesuai gambar dan berpotensi roboh, keselamatan siswa, guru, serta siapa pun yang beraktivitas di bawahnya menjadi taruhan.

    Masyarakat pun mempertanyakan bagaimana pekerjaan yang baru dilaksanakan dapat menunjukkan kondisi demikian. Pengawasan sejak awal pengerjaan menjadi sorotan, terlebih pekerjaan rehabilitasi bangunan sekolah semestinya mengutamakan aspek keselamatan dan kesesuaian terhadap spesifikasi teknis.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat melalui Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat, Baslini, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan pengecekan melalui tim teknis.

    “Nanti tim teknis akan mengecek dahulu, baru nanti memutuskan tindakan yang akan diambil,” ujarnya, Kamis (20/08/26).

    Sementara itu, Meldi, pengawas dari Bidang SD Dinas Pendidikan, menyampaikan pihaknya akan memberikan teguran terlebih dahulu.

    “Yo, kami tegur dulu,” ujarnya.

    Namun demikian, masyarakat kini menantikan lebih dari sekadar teguran. Jika hasil pemeriksaan teknis nantinya membuktikan bahwa susunan rangka hollow plafon memang tidak sesuai gambar atau spesifikasi pekerjaan, publik berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat mengambil tindakan tegas, termasuk meminta perbaikan atau membongkar bagian pekerjaan yang tidak sesuai dan mengerjakannya kembali sesuai ketentuan.

    Publik juga patut menunggu hasil pemeriksaan tim teknis secara terbuka. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, jangan sampai pekerjaan yang bermasalah hanya berujung pada teguran tanpa perbaikan nyata.

    Masyarakat kini menunggu komitmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat: apakah akan membiarkan persoalan ini berlalu, atau benar-benar memastikan pekerjaan yang diduga tidak sesuai dibongkar dan diperbaiki demi keselamatan siswa. (Rizky AK)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad